Thursday, 30 April 2015

Info Perubahan Pola dan Jadwal Sergur 2015 Terbaru


Pola sertifikasi guru yang telah berjalan hingga tahun 2014 lalu ada 3 (tiga) yaitu : Pendidikan dan Latihan Profesi Guru (PLPG); Pemberian Sertifikat Profesi Secara Langsung (PSPL) dan Porto Folio (PF). Pada tahun 2015 muncul pola sertifikasi baru yang dikenal dengan singkatan PPGJ (Pendidikan Profesi Guru Dalam Jabatan). Walaupun PPG Pra Jabatan sudah dilaksanakan sebelum tahun 2015, tetapi PPG Pra Jabatan hanya diperuntukkan bagi mahasiswa kependidikan maupun non kependidikan yang belum menjadi guru hingga 2015 ini. Akan tetapi masih banyak pertanyaan beredar dikalangan guru-guru yang belum bersertifikat pendidik, apakah pola sertifikasi guru tahun 2015 ini menggunakan pola PPGJ secara keseluruhan atau tidak. Sebab, di dalam Buku 1 Pedoman Penetapan Sertifikasi Guru tidak disebutkan pola sertifikasi tahun 2015.
info terbaru mengenai progress sertifikasi guru tahun 2015, perubahan pola dan jadwal sergur 2015
pola sergur 2015

Menurut informasi yang diperoleh oleh, Buku 1 Pedoman Peserta Sertifikasi Guru yang dapat diunduh melalui laman sergur.kemdiknas.go.id akan direvisi karena pada tahun 2015, pola PLPG masih akan dilaksanakan pada sebagian calon peserta sertifikasi guru dan sebahagian lainnya akan disertifikasi menggunakan pola PPGJ maupun PF.
Pola sertifikasi guru tahun 2015 paling tidak akan terbagi kedalam 3 kelompok yaitu :

  1. PLPG. Pola sertifikasi PLPG akan diperuntukkan bagi guru yang sudah mengajar (TMT) sebelum tanggal 1 Januari 2006. Pedoman penetapan pesertanya direncanakan akan dicantumkan didalam Buku 1A Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru yang saat ini masih dalam proses revisi. Yang telah menjadi guru sebelum 1 Januari 2006 ini memiliki prioritas lebih besar untuk menjadi peserta sertifikasi guru 2015.
  2. PPGJ. Pola sertifikasi PPGJ akan diperuntukkan bagi guru yang mulai mengajar (TMT) semenjak tanggal 1 Januari 2006 hingga saat ini. Pedoman penetapan pesertanya direncanakan akan dicantumkan didalam Buku 1B Pedoman Penetapan Peserta Sertifikasi Guru yang saat ini masih dalam proses revisi. TMT ini dibuktikan dengan bukti fisik berupa SK pengangkatan sebagai guru yang sah.
  3. PF.

Jika tidak ada perubahan, Buku 1A dan Buku 1B ini nantinya dapat diunduh dilaman yang sama yaitu sergur.kemdiknas.go.id yang sampai saat ini masih dalam proses revisi. Dengan adanya revisi ini, dipastikan bahwa Jadwal sertifikasi yang tertera didalam Buku 1 tidak lagi sesuai. Pengumuman hingga pencetakan dokumen A1 akan bergeser. Demikian, semoga bermanfaat.

sumber infogtk.blogspot.com



Yang Perlu Diketahui Tentang Tunjangan Fungsional, Profesi, Akademik dan Tunjangan Khusus

Perlu kiranya dijelaskan kembali perihal berbagai macam tunjangan yang disalurkan oleh pihak P2TK dikdas maupun dikmen yang datanya diambil dari pengiriman dapodik. Aneka tunjangan yang dimaksud di sini ada 4 macam;  Tunjangan profesi ; Tunjangan Akademik, tunjangan Fungsional dan Tunjangan Khusus


A. Tunjangan profesi guru / Pendidik / Sertifikasi atau disebut juga TPP

macam tunjangan fungsional akademik apa itu yang dimaksud syaratnya apa saja
Tunjangan ini lebih familiar disebut tunjangan sertifikasi; karena emang jelas tunjangan ini diberikan kepada mereka yang sudah memiliki sertifikat pendidik / sudah sertifikasi. Sebelum tunjangan ini cair didahului dengan adanya SKTP/ Surat Keputusan Tunjangan Profesi. Untuk tahun 2014 SKTP keluar 2 kali yakni untuk triwulan dan Triwulan II. Jika sudah menerima tunjangan pada triwulan I maka tunggu saja pencairan tunjangan profesi triwulan ke 2 akan mengikutinya artinya BERSABAR. hehe.

B. Tunjangan Fungsional


Ini yang menjadi polemik, banyak yang bertanya, tahun tahun yang lalu saya dapat kok tahun ini gak ya? Tunjangan fungsional merupakan tunjangan dari pusat untuk guru non PNS baik di sekolah negeri maupun swasta yang memenuhi persyaratan tertentu. Syarat antara lain minimal 24 jam mengajar, memiliki NUPTK, selengkapnya buka syarat penerima tunjangan fungsional non PNS 2015. Kembali ke pertanyaan awal kenapa saya gak dapat? banyak penyebabnya. Salah satunya kuota dari pusat berkurang akibat sudah banyak guru yang sertifikasi, dan perlu diingat semua lewat dapodik pengusulannya. Untuk tahun 2015 ini yang menentukan dapat tidaknya tunjangan fungsional adalah pusat, berdasarkan pengiriman dapodik. Besaran Tunjangan Fungsional sebesar Rp. 300.000,- (tiga ratus ribu rupiah) per orang per bulan, dan dikenakan pajak penghasilan berdasarkan Pasal 21 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1983 Tentang Pajak Penghasilan sebagaimana telah diubah terakhir dengan Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008. Pemerintah menentukan kuota nasional tahun 2015 bagi guru jenjang pendidikan dasar sebanyak 59.916 orang.

Yang perlu diketahui, tunjangan fungsional, SKTF nya hanya setahun sekali, berbeda dengan Tunjangan profesi/sertifikasi. So Anda yang sudah gak dapat di triwulan I dan II ya otomatis gak dapat lagi utk Triwulan berikutnya untuk tahun 2015 ini.

C. Tunjangan Akademik/Kualifikasi Akademik S-1


Tunjangan akademik adalah tunjangan buat mereka guru yang sedang menempuh pendidikan Sarjana. Sama halnya dengan tunjangan fungsional, erat kaitannya dengan pengisian serta pengiriman di dapodik. yang jelas jika kita mendapat tunjangan fungsional/profesi gak bakal lagi dapat tunjangan akademik alias gak boleh dobel, hehehe. Sama dengan tunjangan fungsional, tunjangan akademik di SK kan setahun sekali, di awal gak dapat artinya satu tahun gak bakalan dapat.Bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik ke S-1/D-IV bagi guru PNS dan bukan PNS untuk jenjang SD/SDLB dan SMP/SMPLB dibayarkan melalui Direktorat P2TK Dikdas sebesar Rp 3.500.000,-/tahun. Bantuan biaya peningkatan kualifikasi akademik tidak dikenakan pajak. Pemerintah menentukan kuota nasional tahun 2015 bagi guru jenjang pendidikan dasar sebanyak 84.750 orang.

D. Tunjangan Khusus/ Daerah Khusus


Tunjangan daerah khusus tunjangan yang diberikan kepada guru sebagai kompensasi atas kesulitan hidup yang dihadapi dalam melaksanakan tugas di daerah khusus. Daerah khusus adalah daerah yang terpencil atau terbelakang, daerah dengan kondisi masyarakat adat yang terpencil, daerah perbatasan dengan negara lain, daerah yang mengalami bencana alam, bencana sosial, atau daerah yang berada dalam keadaan darurat lain. Pihak P2TK Dikdas dalam menentukan daerah khusus ini berdasar pada data dari Kementerian Desa,  Pembangunan Daerah Tertinggal, danTransmigrasi (KDPDTT) dan data dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Jumlah dana tunjangan khusus bagi guru bukan PNS yang belum di inpassing adalah sebesarRp. 1.500.000,- (satu juta lima ratus ribu rupiah) per-orang perbulan, dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) sesuai ketentuan yang berlaku. Berbeda dengan Tufung dan TuAk. Penerima tunjangan profesi juga bisa mendapatkan tunjangan khusus ini.

Bagaimana mengecek segala macam tunjangan tersebut? Silakan buka Lembar Info PTK atau Cek Tunjangan Dikdas
Nah saya kira rekan guru sudah bisa memahami ya, kalo emang gak dapat barangkali belum rejeki kita. hehehe Salam Pendidikan.



Wednesday, 29 April 2015

Bantuan Dana MGMP/Peningkatan Karier PTK SMP Melalui MGMP SMP Tahun 2015

Direktorat P2TK Dikdas Kemdikbud pada tahun 2015 ini membuat program bantuan dana kepada MGMP atau Musyawarah Guru Mata Pelajaran tingkat SMP untuk seluruh Indonesia. pemberian dana bantuan langsung kepada kelompok  kerja, yang dalam hal ini adalah MGMP SMP diberikan setelah MGMP membuat proposal ke P2TK Dikdas.

antuan dana untuk kelompok kerja MGMP(musyawarah guru maapelajaran) tingkat SMP dari P2TK dikdas tahun 2015
alur bantuan dana untuk MGMP SMP
Penggunaan dana bantuan peningkatan karier PTK SMP difokuskan untuk kegiatan pembinaan karier (binkar) dan pengembangan profesionalisme dan peningkatan karier PTK SMP. Adapun Jumlah pemberian dana bantuan peningkatan karier sebagaimana tertuang dalam DIPA Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Tahun 2015 yaitu sebanyak Rp28.000.000 (dua puluh delapan juta rupiah) perMGMP SMP. Dana tersebut bersumber dari APBN tahun 2015.



Prsyaratan untuk mendapatkan bantuan dana MGMP tahun 2015


Persyaratan pengajuan proposal untuk memperoleh dana bantuan peningkatan karier PTK SMP melalui MGMP SMP tahun 2015 yaitu:
  1. mempunyai wadah (SK pendirian, struktur organisasi, pengurus) yang  disahkan oleh dinas pendidikan kabupaten/kota/provinsi;
  2. memiliki daftar anggota MGMP yang mencakup: nama lengkap, NIP, asal sekolah, pangkat/golongan, telepon rumah, nomor HP. (Format lampiran 3);
  3. masih aktif melaksanakan kegiatan setidaknya dalam satu tahun terakhir yang ditunjukkan dengan adanya program kerja dan dilampiran daftar hadir secara berkala, jadwal kegiatan, laporan, dan bukti fisik hasil pelaksanaan kegiatan;
  4. memiliki nomor pokok wajib pajak (NPWP) atas nama kelompok MGMP SMP;
  5. memiliki sistem manajemen yang transparan dan akuntabel dibuktikan dengan menyerahkan contoh kegiatan dan keuangan;
  6. memiliki rekening yang masih aktif atas nama kelompok MGMP SMP, berikut fotokopi saldo akhir minimal Rp250.000 (dua ratus lima puluh ribu rupiah) atau sesuai aturan bank penabung pada saat proposal dikirim;
  7. melampirkan surat verifikasi rekening aktif dari pihak Bank Pemerintah yang bersangkutan dan ditandatangani oleh pejabat Bank dan dibubuhi stempel Bank yang bersangkutan. 
MGMP yang dapat mengajukan proposal adalah

  •     MGMP PKn;
  •     MGMP Bahasa Indonesia;
  •     MGMP Bahasa Inggris;
  •     MGMP Matematika;
  •     MGMP IPA;
  •     MGMP IPS;
  •     MGMP Seni dan Budaya;
  •     MGMP Penjasorkes;
  •     MGMP Muatan Lokal (Bahasa Daerah, PTD, Prakarya, TIK, dan sejenisnya);
  •     MG BP/BK.

Pengusul wajib mengirimkan proposal selambat-lambatnya tanggal 30 April 2015 (stempel POS) dan sudah diterima paling lambat pada tangal 15 Mei 2015. Panduan, informasi dan persyaratan Selengkapnya untuk mendapatkan dana bantuan MGMP ini bisa diunduh ditautan ini. 
 https://app.box.com/s/aoepjul1ctltsqj86o46wiquy5prh8np
Setelah didownload silakan di ekstrak (klik kanan pilih extrax here) masukkan password "jetjetsemut.blogspot.com" tanpa tanda petik.

contoh proposal usulan dana MGMP dll bisa diunduh di tautan ini






Cek Tunjangan Sertifikasi Guru/Lembar Info PTK

Buat Anda guru atau PTK tingkat SD dan SMP yang ingin mengakses atau mengecek data lembar info guru atau biasa disebut Lapor Tunjangan Dikdas (LTD) Bisa mengikuti cara-cara di bawah ini. Namun ada beberapa hal yang harus disiapkan yaitu NUPTK bagi yang belum sertifikasi dan NRG (Nomor Registrasi Guru) bagi yang sudah mengikuti sertifikasi. Modul Cek Lembar Info Guru ini adalah hasil sinkronisasi atau pengiriman data dari aplikasi dapodikdas 2015. Berikut link-link yang bisa diakses;

Link 1 : Klik dilink http://223.27.144.195:8081/
Link 2 : Klik Di sini http://223.27.144.195:8082/
Link 3 : Klik Di sini http://223.27.144.195:8083/
Link 4 : Klik di sini http://223.27.144.195:8084/
Link 5 : Klik di sini http://223.27.144.195:8085/



1. Bagi Guru yang sudah sergur 2006-2013 boleh memakai NUPTK, NRG atau NIK
2. BAGI Guru yang sudah sergur2014 belum tahu NRG masuk dengan NUPTK atau NIK
3. Bagi yang belum sergur memakai NUPTK atau NIK
4. Belum sergur dan belum punya NUPTK memakai NIK
5. Gunakan tanggal lahir pada password misalnya tanggal lahir 12 Nopember 1978 maka password yang digunakan adalah 19781112

masukkan kode captcha,sesuaikan huruf dan angka, jangan sampai salah, lalu klik submit.

Lembar info Guru untuk cek data guru ptk yang sudah diinput dikrim dan disinkronisasi via aplikasi dapodik, cara cek SK Tunjangan profesi fungsional dan daerah khusus. Info PTK :http://223.27.144.195/info.php Info PTK :http://223.27.144.195:8083/info.php Info PTK :http://223.27.144.195:8082/info.php Info PTK :http://223.27.144.195:8081/info.php Info PTK :http://223.27.144.195:8014/index.php Info PTK :http://223.27.144.195:8313/info.php Info PTK :http://223.27.144.195:8282/info.php Info PTK : http://223.27.144.195:8085/index.php [NEW] Info PTK : http://223.27.144.195:8087/ [NEW] Info PTK : http://223.27.144.195:8086/ [NEW] Info PTK : http://223.27.144.195:8088/ [NEW Info PTK : http://223.27.144.195:8089/index.php cek tunjangan sertifikasi guru sd smp
info PTK / cek tunjangan guru sd smp
Jika muncul tulisan Maaf Akses anda tidak syah,..... 123, tinggal klik kembali ke bernada, cari link link yang ada di sudut kanan bawah, atau masukkan langsung user dan password di sebelah kiri.


Setelah Anda masuk, yang paling penting diperhatikan adalah tanggal sinkronisasi, dan jumlah jam mengajar yang tentunya ini nantinya berkaitan dengan tunjangan profesi, fungsional, akademik dan tunjangan khusus

http://223.27.144.195:8082/info.php http://223.27.144.195:8083/info.php http://223.27.144.195:8084/info.php http://223.27.144.195:8085/info.php http://223.27.144.195:8081/info.php
Pada bagian rombel klik Tampilkan Rombel, untuk melihat kevalidan data guru. Di sini akan kelihatan data yang dimasukkan di rombel pada aplikasi dapodik. Pada gambar di atas adalah contoh JJM Kepsek SD pada lembar info guru. pada jumlah Jam Mengajar terlihat linier, sejumlah 6 jam, pada aplikasi dapodik di isi 6 jam. So, jika data Anda seperti berarti sudah aman, tidak perlu ada perbaikan lagi, dan tunjangan profesi/sertifikasi siap meluncur ke rekening Anda. Selamat Mencoba.

Data SKTP 2015 format Excel juga bisa di unduh di link ini


Untuk guru SMK/SMA bisa membuka link cek info ptk guru sma/smk



Tuesday, 28 April 2015

Fitur Realisasi Pembayaran pada Info PTK/Lapor Tunjangan Dikdas


P2TK Dikdas meluncurkan fitur terbaru pada lembar info guru / PTK. Yakni sebuah fitur bernama "Realisasi Pembayaran" Fitur ini berguna sebagai informasi sampai sejauh mana atau sudah belum nya pembayaran tunjangan profesi guru dibayarkan oleh Pusat/P2TK Dikdas.

Fitur Realisasi Pembayaran pada Info PTK/Lapor Tunjangan Dikdas
fitur pembayaran tunjangan info PTK

Silahkan login info PTK untuk mengetahuinya.

FITUR TERBARU PADA LEMBAR INFO PTK
-- REALISASI PEMBAYARAN --
DI BERITAHUKAN KEPADA SELURUH PENERIMA TUNJANGAN PROFESI MELALUI TRANSFER PUSAT (DEKON) SUDAH BISA MELIHAT REALISASI PEMBAYARAN MELALUI LEMBAR INFO PTK DENGAN CARA :
1. LOGIN PADA LEMBAR INFO PTK
2. KLIK TUNJANGAN PROFESI (JIKA SUDAH ADA INFO SK)
3. KLIK "LIHAT REALISASI PEMBAYARAN"

P2TK Dikdas meluncurkan fitur terbaru pada lembar info guru / PTK. Yakni sebuah fitur bernama "Realisasi Pembayaran"
Fitur Realisasi Pembayaran pada Info PTK/Lapor Tunjangan Dikdas

Penjelasan  :
  1. Data PTK : Data penerima Tunjangan profesi
  2. Analisa Hak Bayar : Hak Bayar Pada masing-masing TRIWULAN BERDASAR Keaktifan Guru dikali gaji pokok/bulan.
  3. Jumlah hak bayar : Bulan aktif X gaji pokok
  4. Sudah dibayar berarti sudah disalurkan oleh P2TK DIKDAS pada guru ybs.
  5. Kelebihan Bayar : Pembaaran LEBIH BESAR daripada HAK BAYAR
  6. Kurang pembayaran ; HAK BAYAR LEBIH BESAR drpd realisasi pemabayarn 
  7. Detail Pemabayarn : Di kolom ini Guru bisa melacaka realisasi pembayaran, Jika pada kolom nomor SP2D sudah terisi, maka seharusnya tunjangan sudah masuk ke rekening guru ybs, JIKA STATUSNYA MASIH PADA KOLOM SPM (SURAT PERINTAH MEMBAYAR)  maka proses pengusulan pencairan dari P2TK.



Thursday, 23 April 2015

Arti Kartini di Masa Kini


"SEORANG ibu yang berhasil mencapai kedudukan tinggi dan terhormat dalam masyarakat hendaklah selamanya ingat dan sadar, ibu adalah ibu. Di sinilah bedanya gerakan wanita di Barat dengan gerakan wanita di Timur. Gerakan wanita di Barat cenderung melepaskan diri dari tanggung jawab dan kewajiban rumah tangga, yaitu gerakan yang mereka namakan Women Liberation Movement atau Womens Lib, sedangkan gerakan wanita di Timur, di Indonesia, mencari sintesa antara kewajiban rumah tangga dan masyarakat."

Demikian Prof Dr HA Mukti Ali, pelopor ilmu perbandingan agama dan mantan menteri agama, memberi analisis yang sangat penting dan menarik tentang emansipasi wanita. Saya memandang hal itu amat relevan direnungkan dalam momentum peringatan Hari Kartini.
RA Kartini

Memperingati Hari Kartini 21 April yang merupakan tanggal lahir Raden Ajeng Kartini pada 1879 tentu tidak sekadar memperingati Kartini sebagai tokoh sejarah, tapi kita perlu mencermati ide-ide yang diperjuangkannya. Membicarakan RA Kartini berarti berbicara tentang masyarakat Indonesia pada zamannya. Kendati 90% bangsa Indonesia di masa itu pemeluk Islam, agama yang mendorong pendidikan dan kemajuan umatnya tanpa membedakan laki-laki dan perempuan, dalam zaman itu begitu kuat pengaruh adat istiadat yang tidak membolehkan anak perempuan bersekolah, tidak boleh bekerja di luar rumah atau menduduki jabatan di dalam masyarakat. Perempuan harus tunduk kepada adat istiadat dan tidak boleh punya kemauan untuk maju.

Perjuangan Kartini seabad yang lampau identik dengan perjuangan emansipasi wanita. Perkataan emansipasi berasal dari bahasa Latin, <>emancipatio, artinya pembebasan dari suatu kungkungan atau ikatan. Walau demikian, cita-cita emansipasi Kartini bukanlah westernisasi atau meniru begitu saja kebudayaan Barat.

Kartini berasal dari keluarga bangsawan. Ayahnya Bupati Jepara Raden Mas Adipati Ario Sosrodiningrat. Kartini seorang wanita muslim yang menghendaki bangsanya maju, sebagaimana agama Islam mewajibkan umatnya untuk bisa membaca dan menulis. Perjalanan hidup Kartini cukup singkat. Ia wafat pada 1904 dalam usia 25 tahun, empat hari setelah melahirkan. Setahun sebelum meninggal Kartini membuka Sekolah Gadis Jawa di Kabupaten Jepara. Meski tidak sempat berbuat banyak untuk kemajuan bangsa dan tanah air, Kartini mengemukakan ide-ide pembaharuan masyarakat yang melampaui zamannya melalui surat-suratnya yang bersejarah.

Cita-citanya yang tinggi dituangkan dalam surat-suratnya kepada kenalan dan sahabatnya orang Belanda di luar negeri, seperti Tuan EC Abendanon, Ny MCE Ovink-Soer, Zeehandelaar, Prof Dr GK Anton dan Ny Tuan HH von Kol, dan Ny HG de Booij-Boissevain. Surat-surat Kartini diterbitkan di negeri Belanda pada 1911 oleh Mr JH Abendanon dengan judul Door Duisternis tot Licht. Diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh sastrawan pujangga baru Armjn Pane pada 1922 dengan judul Habis Gelap Terbitlah Terang.

Prof Dr HAMKA sebagaimana dikutip Solichin Salam pada bukunya, Kartini Dalam Sejarah Nasional Indonesia (1983), mengemukakan beberapa pandangan, `Saya melihat dalam salah satu suratnya Kartini, dia mengatakan tetap senang dengan Islam, dan tidak akan pindah memeluk agama lain. Jadi, meskipun di situ dalam karangannya jelas beliau itu tidak penuh pengetahuannya tentang Islam, tetapi menunjukkan bahwa beliau cinta kepada Islam. Lanjut Hamka, Saya menulis dalam Pedoman Masyarakat, kalau Kartini masih hidup sekarang dan melihat wanita-wanita sekarang yang ke-Barat-baratan dengan pakaian-pakaiannya, dan hanya memakai kebaya setahun sekali waktu Hari Kartini. Apakah itu yang dikehendaki Kartini? Bukankah malah beliau akan mengumpat? Padahal Kartini justru menganjurkan agar wanita kita kembali pada kepribadian sendiri.

Kartini bukan satu-satunya tokoh perempuan yang mengisi tempat penting dalam perjuangan bangsa dan kemajuan masyarakat. Sejarah mencatat nama dan jasa tokoh pejuang perempuan lainnya, seperti Cut Nyak Dien, Cut Meutia, Laksamana Keumalahayati, Rohana Kudus, Siti Manggopoh, Nyi Ageng Serang, Nyai Ahmad Dahlan, Dewi Sartika, Ny Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, Rahmah El Yunusiyyah, Rasuna Said, dan Rasimah Ismail.

Dari hari ke hari pada sebagian masyarakat kita merasakan sesuatu yang hilang dari kehidupan, yaitu keteladanan dan kehangatan cinta ibu dalam keluarga modern. Padahal, peranan ibu dalam membangun keluarga dan kehidupan masyarakat sangat penting, tidak saja pada masa lalu dan masa kini, tapi juga di masa mendatang. Ibu merupakan saka guru peradaban sehingga Nabi Muhammad SAW menyatakan, "Wanita ialah tiang negara. Bila wanitanya baik, baiklah negara dan bila wanitanya buruk, rusaklah negara." Sejalan dengan itu sangat beralasan Sayid Muhammad Shadieq Hasan Khan, cendekiawan muslim asal Pakistan, menunjukkan pegangan yang paling kuat bagi emansipasi wanita ialah agama Islam dan pokok-pokok ajarannya termaktub di dalam Quran dan hadis-hadis Nabi.

Semoga peringatan Hari Kartini menyadarkan kaum ibu pada tuntutan menyiapkan generasi penerus yang lebih baik. Surat Kartini kepada Ny Abendanon 21 Januari 1902 menyatakan, "Perempuan itu jadi saka guru peradaban. Dari perempuanlah pertama-tama manusia itu menerima didikan. Di haribaannyalah anak itu belajar merasa dan berpikir, berkata-kata, dan makin lama makin tahulah saya bahwa didikan yang mula-mula itu besar pengaruhnya bagi kehidupan manusia di kemudian hari. Dan betapakah ibu bumiputera akan sanggup mendidik anaknya bila mereka sendiri tiada berpendidikan?"

Pertanyaan Kartini itu telah terjawab dengan kemajuan dunia pendidikan sekarang ini. Namun, di balik itu patut direnungkan, pendidikan dan kemajuan yang harus dicapai perempuan tidak boleh hanya karena semangat bersaing dan tidak ingin ketinggalan dari laki-laki. Tingkat pendidikan perempuan yang semakin tinggi dan karier yang cemerlang haruslah berbanding lurus dengan kualitas keluarga dan kepribadian anak-anak yang dilahirkannya.

Pendidikan bagi perempuan haruslah berangkat dari filosofi dasar bahwa mendidik seorang perempuan berarti mendidik satu keluarga dan mendidik satu keluarga sama dengan membina satu generasi. Barangkali di situlah kemuliaan perjuangan Kartini bagi kemajuan negeri dan arti Kartini di masa kini.

Oleh: M Fuad Nasar, Pemerhati sosial



Saturday, 18 April 2015

Ini bentuk Sertifikat Hasil Ujian (SHU 2015)

Selamat Pagi rekan Info Guru, Pihak Kemdikbud dalam hal ini Balitbang kemdikbud telah membuat draft baru tentang bentuk, spesifikasi dan pencetakan blanko Sertifikat Hasil Ujian atau SHU 2015. Draft ini tertuang dalam keputusan Balitbang Kemdikbud nomor : 023/H/EP/2015.
Sebagaimana berita sebelumnya mengenai perubahan SKHU menjadi SHU. SHU akan terlihat lebih "kompleks"dibanding SKHU versi sebelumnya.

Format / Blanko SHU  ini akan dicetak oleh Balitbang Kemdikbud pusat dan diterbitkan oleh masing-masing satuan pendidikan. Secara umum Sertifikat Hasil Ujian 2015 memuat :

Identitas peserta didik dan satuan pendidikan;
1. SMP/MTs:
a) Nama dan Tempat, Tanggal Lahir;
b) Nama Sekolah, NISN, Nomor Peserta Ujian, dan NPSN;

2. SMA/MA/Paket C:
a) Nama dan Tempat, Tanggal Lahir;
b) Nama Sekolah, NISN, Nomor Peserta, NPSN, dan Program Studi.

3. SMK
a) Nama dan Tempat, Tanggal Lahir;
b) Nama Sekolah, NISN, Nomor Peserta, NPSN, Program Studi Keahlian dan Kompetensi Keahlian.


pernyataan bahwa peserta didik yang bersangkutan telah mengikuti Ujian Nasional; dan nilai hasil pencapaian Ujian Nasional


SKHU 2015 diganti jadi SHU, Sertifikat Hasil Ujian. bentuk format blanko tampilan SHU 2015.

Berikut sekilas contoh tampilan depan Sertifikat Hasil Ujian 2015 untuk SMP.

Nah karena dalam SHU ini memuat NISN, silakan cek kembali NISN siswa di sekolah Anda.

Selengkapnya silakan unduh draft blanko SHU N 2015 ini di tautan ini





Friday, 17 April 2015

Lomba Inovasi Pembelajaran SD tahun 2015

Lomba Inovasi Pembelajaran 2015
Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar kembali tahun 2015 ini mengadakan lomba inovasi pembelajaran untuk guru, kepala sekolah, dan pengawas Sekolah Dasar. Lomba bertemakan "Melalui lomba inovasi pembelajaran, kita wujudkan pendidik dan tenaga kependidikan Sekolah Dasar yang profesional untuk pendidikan yang bermutu". Lomba inovasi pembelajaran dibagi tiga kategori dengan penjelasan sebagai berikut :

A. Bidang Matematika dan IPA :

Inovasi dapat berupa alat pembelajaran yang meliputi :
  • poster/gambar untuk pembelajaran
  • alat permainan pendidikan
  • alat praktikum
  • model benda/barang (prototype,cut away object)
  • film/video pembelajaran pendek
  • program komputer
  • alat pembelajaran lainnya yang dapat mendukung proses
  • pembelajaran matematika dan IPA
  • Inovasi dapat berupa model, strategi, atau metode pembelajaran yang memperlancar proses pembelajaran Matematika dan IPA.

B. Bidang Sosial :

Inovasi dapat berupa alat pembelajaran yang meliputi :
  • poster/gambar untuk pembelajaran
  • alat permainan pendidikan
  • alat praktikum
  • model benda/barang (prototype,cut away object)
  • film/video pembelajaran pendek
  • program komputer
  • alat pembelajaran lainnya yang dapat mendukung proses
  • pembelajaran IPS dan/atau PKn
  • Inovasi dapat berupa model, strategi, atau metode pembelajaran yang memperlancar proses pembelajaran IPS dan/atau PKn.

C. Bidang Seni,Bahasa,dan Olahraga:

Inovasi dapat berupa media pembelajaran yang meliputi :
media bantu presentasi
media bantu olahraga
media bantu praktika
media bantu musik, tari, rupa, dan teater
media bantu sastra
Inovasi dapat berupa alat pembelajaran yang meliputi :
poster/gambar untuk pembelajaran
alat permainan pendidikan
alat praktikum
model benda/barang (prototype,cut away object)
film/video pembelajaran pendek
program komputer
alat pembelajaran lainnya yang dapat mendukung proses pembelajaran Seni Budaya dan Keterampilan, Bahasa dan/atau Pendidikan Jasmani dan Olahraga.
Inovasi dapat berupa alat praktikum yang meliputi :
alat praktikum seni budaya dan ketermpilan
alat praktikum bahasa
alat praktikum penjasorkes
Persyaratan Karya :
Bersifat individual
Lebih diutamakan sudah diimplementasikan
Belum pernah diikutsertakan atau sedang diikutsertakan dalam lomba sejenis baik secara nasional maupun internasional
Lebih diutamakan memanfaatkan bahan/alat yang mudah didapat, ramah lingkungan, dan berbiaya rendah
Mudah diaplikasikan, didesiminasikan, dan direplikasi
Aman bagi pengguna dan lingkungan
Tidak mengandung unsur pornografi dan tidak bertentangan dengan unsur SARA.

Komponen yang Dinilai :

  • Originalitas ditinjau dari gagasan, proses, data, dan hasil
  • Relevansi dengan masalah yang dihadapi dalam pembelajaran dan kemudahan untuk diimplementasikan, kesesuaian dengan kebutuhan loka, keamanan penggunaan dan ramah lingkungan,kemudahan direplikasi/ dpat digunakan berkali-kali
  • Mengikuti kaidah metode ilmiah dan prinsip-prinsip keilmuan pendidikan, kelengkapan data,analisis karya inovasi, dan relevansi simpulan dan saran terhadap hasil analisis
  • Konsistensi dengan tugas pokok dan kebutuhan peserta didik.

Penulisan Naskah Lomba :

  • Jumlah halaman naskah maksimal 20 halaman, termasuk lampiran
    Ditulis pada kertas A4; orientasi potrait ; margin atas 3 cm, kiri 3 cm, bawah 2,5 cm,dan kanan 2,5 cm ; huruf Times New Roman ; font 12 pt ; spasi 1,5
    Sampul warna merah untuk kategori Matematika dan IPA, Biru untuk kategori sosial, dan kuning untuk Kategori Seni, Bahasa, dan Olahraga.

Pengiriman Naskah Lomba:

Naskah karya inovasi pembelajaran dimasukkan ke dalam amplop dengan menuliskan kode bidang karya inovasi pembelajaran di sudut kiri amplop
  • KODE MIPA untuk bidang karya inovasi bidang Matematika dan IPA
  • KODE SOS untuk karya inovasi pembelajaran Sosial
  • KODE SBOR untuk bidang karya inovasi Seni, Bahasa, dan Olahraga.
Naskah karya inovasi dikirimkan kepada panitia lomba dengan alamat :
Panitia Lomba Karya Inovasi Pembelajaran PTK Sekolah Dasar Tingkat Nasional Tahun 2015
Direktorat Pembinaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar
Kompeks Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan
Gedung C Lantai 18
Jalan Jenderal Sudirman Senayan Jakarta Kode Pos 12270
Naskah karya inovasi dikirimkan kepada panitia lomba paling lambat 30 Juni 2015 (Stempel Pos)

Unduh panduan lengkap di link ini



Thursday, 16 April 2015

Kemenag Terus Upayakan Dana Tunjangan Profesi Guru Swasta dan BOS Segera Cair

kemenag
Jakarta (Pinmas) —- Pencairan tunjangan profesi guru madrasah swasta dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk madrasah mengalami keterlambatan di banding tahun-tahun sebelumnya. Direktur Pendidikan Madrasah M. Nur Kholis Setiawan menjelaskan bahwa keterlambatan ini disebabkan adanya perubahan alokasi anggaran tunjangan profesi guru swasta dan anggaran BOS untuk madrasah.

“Tentang belum cairnya, itu karena adanya perubahan akun,” jelas M. Nur Kholis, Jakarta, Kamis (16/04) saat dikonfirmasi mengenai banyaknya pertanyaan dari guru-guru madrasah terkait belum cairnya dana tunjangan sertifikasi mereka.

Meski demikian, M. Nur Kholis Setiawan mengaku pihaknya terus mengupayakan agar tunjangan sertifikasi guru swasta bisa dapat segera dicairkan. Menurutnya, dari sisi administrasi, selama ini anggaran tunjangan sertifikasi guru madrasah swasta tercatat dalam mata anggaran bantuan sosial (bansos) dengan kode 57. Pengadministrasian yang seperti ini sudah berlangsung sejak lama sehingga begitu SK penerima tunjangan sertifikasi guru madrasah diterbitkan, maka proses pencairan selanjutnya tinggal pemindahbukuan (transfer) dari KPPN ke rekening satker. “Kalau 57 itu kan bansos, begitu ada SK, lalu pemindahbukuan dari KPPN ke Satker, selesai,” terangnya.

Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, lanjut guru besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta ini, sesuai Surat Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan, anggaran tunjangan sertifikasi guru dimasukan dalam mata anggaran belanja pegawai dengan kode 51. Artinya, harus dilakukan revisi akun dari 57 menjadi 51. Selain itu, proses revisi akun ini juga bersamaan dengan revisi APBN-P 2015 dan sampai saat ini hal itu masih dalam proses penyelesaian.

“Saat ini hanya tinggal menunggu proses finalisasi dari mekanisme yang baru. Mestinya di akhir April ini sudah final atau awal Mei,” terangnya.

Demikian juga dengan perubahan akun dana BOS, berimplikasi pada perubahan mekanisme pencairan. Pencairan dana BOS saat ini, tidak bisa lagi dilakukan dengan mekanisme pemindahbukuan atau transfer dari Satker Kanwil ke rekening madrasah. Mekanisme yang baru diberlakukan pada tahun 2015 ini mengharus madrasah terlebih dahulu mengajukan rencana kebutuhan, serta bukti pembelanjaan (kwitansi) sebagai dasar mencairkan dana BOS.

Selain itu, dana BOS madrasah yang awalnya sebagian besar berada di Kanwil Kemenag Provinsi, juga banyak yang memerlukan proses revisi untuk direlokasi menjadi anggaran Kankemenag Kabupaten/Kota. “Hal administratif semacam ini yang menjadi implikasi dari adanya perrubahan akun menyebabkan dana tunjangan profesi dan dana bos tidak bisa langsung dicairkan,” jelasnya.

Meski demikian, M. Nur Kholis mengaku telah melakukan beberapa upaya agar dana-dana tersebut bisa segera dicairkan. Sekiranya tidak ada kebijakan perubahan akun dari Kementerian Keuangan, lanjut M. Nur Kholis, dana BOS madrasah bahkan semestinya bisa cair lebih awal karena juknisnya sudah diterbitkan dan diedarkan ke Kanwil sejak 10 Januari 2015.

Namun karena ada kebijakan baru terkait perubahan akun, juknis tersebut direvisi dengan menyesuaikan mekanisme pencairan mata anggaran belanja pegawai (51) untuk dana tunjangan sertifikasi guru dan belanja barang non operasional lainnya (521219) untuk dana BOS madrasah.

Sebelumnya, M. Nur Kholis mengaku sudah melakukan beberapa kali negosiasi dengan pihak Kementerian Keuangan, baik dilakukan secara langsung maupun melalui surat, agar proses pencairan ini bisa dipermudah. M. Nur Kholis mencatat bahwa Dirjen Pendidikan Islam sudah berkirim surat ke Dirjen Perbendaharaan Kemenkeu tertanggal 10 Februari. Kemenag juga mengundang pihak Dirjen Perbendaharaan untuk melakukan diskusi internal pada 14 Februari. Bahkan pada 20 Februari lalu, Sekjen Kemenag juga berkirim surat lagi ke Dirjen Perbendaharaan untuk mencari solusi terbaik terkait hal ini.

“Saya dengan Pak Sekjen bahkan datang sendiri ke Dirjen Perbendaharaan pada 7 April kemarin untuk berdiskusi tentang hal ini dengan teman-teman di sana,” terang M. Nur Kholis.

Atas beragam upaya yang sudah dilakukan, pihak Ditjen Perbendaharaan meminta agar proses pencairan tetap dilakukan sesuai dengan aturan yang ada. “Intinya cuma satu, tidak bisa mengubah akun 521219 kembali ke akun 57 sehingga kita harus menerima apa adanya. Ini yang tentu menjadi kendala utama keterlambatan pencairan,” terang M. Nur Kholis Setiawan.

Pada tanggal 14 – 16 April 2015, lanjut M. Nur Kholis, pihaknya mengadakan Rakor Nasional BOS yang diikuti para penanggung jawab BOS daerah se-Indonesia. Rakor ini bertujuan untuk mempersiapkan proses implementasi dari Surat Dirjen Perbendaharan terkait perubahan akun yang berimplikasi pencairan BOS tidak per triwulan, tapi persemester.

http://kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=253146





Guru PAUD yang belum mencairkan Tunjangan tahun 2014

Ternyata aneka tunjangan di lingkungan PAUD masih ada yang belum mencairkan tunjangannya tahun 2014 lalu di beberapa daerah kabupaten/kota. Admin sendiri belum tahu mengapa aneka tunjangan tersebut belum dicairkan. Dilansir dari situs paudni kemdikbud, aneka tunjangan tersebut berupa tunjangan guru bantu, tunjangan profesi dan tunjangan kualifikasi pendidikan dan fungsional untuk guru PAUD. Silakan unduh dengan mengklik tautan di bawah ini untuk mengetahui barangkali nama Anda ada di sana

Tunjangan profesi non PNS
Tunjangan guru bantu PAUD
Tunjangan Kualifikasi dan fungsional